Minggu, 03 Oktober 2010

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR BAB2

FAJRI TABARIS ANHAR

NPM: 52410582

KELAS 1IA19



Penduduk Masyarakat Dan Kebudayaan

I. Pendahuluan
Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan. Manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupannya dengan memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya. Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, mengubah cara pikir manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam bahasan ini akan ditelaah mengenai pertumbuhan penduduk, perkembangan kebudayaan dan timbulnya pranata sebagai akibat perkembangan budaya.
II. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan Penduduk Berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk khususnya juga berpengaruh terhadap kondisi sosia ekonomi suatu daerah / negara bahkan dunia pd umumnya. Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk di suatu daerah, sbb: Kematian, ada beberapa tingkat kematian:

A. Pertumbuhan penduduk

` Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah sosial ekonomi.

· Misal; dengan bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya.

· Waktu pengadaan penduduk dunia selanjutnya di perkirakan 35 tahun penambahan penduduk di suatu daerah atau Negara pada dasarnya di pengaruhi oleh factor-faktor demografi

Sebagai berikut:

1. Kematian (mortalitas)

2. Kelahiran (fertilitas)

3. Migrasi

Didalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut di ukur dengan tingkat atau rate.

· Tingkat atau rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan.

Masyarakat

1. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate / CDR) : banyaknya orang yg meninggl dalam satu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.

CDR = D/Pm K

D = Jumlah kematian

Pm = Jumlah penduduk pertengahan tahun

K = Konstanta = 1000

Pm = 1⁄2 (P1 + P2)

Pm = P1 + ((P2-P1))/2

Pm = P2 - ((P2-P1))/2

Pm = Jumlah penduduk pertengahan tahun

P1 = Jumlah penduduk pada awal tahun

P2 = Jumlah penduduk pada akhir tahun

2.Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)

Tingkat kematian dipengaruhi bebrapa faktor, antara lain: umur, jenis kelamin, dan pekerjaan.

ASDR = D/Pm K

Di = Kematian penduduk kelompok umur i

Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i

K = Konstanta = 1000

itas (Kelahiran Hidup)

Alasan pengukuran fertilitas tidak sederhana dalam pengukuran mortalitas:

  • Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup.
  • Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali ) .
  • Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.

Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja.

Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan:

  1. Facundity (Kesuburan) : kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
  2. Fertility (Fertilitas) : Jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau kelompok wanita.

a. Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate / CBR)
Adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.

CBR = (Jumlah lahir hidup)/(Jumlah penduduk pada pertengahan tahun) X 1000Atau

BCDR = B/Pm K

B = Jumlah Kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu.

Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahunK = Konstanta = 1000

b. General Fertility Rate (GFR) / Angka Kelahiran Umum

adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif. Wanita yang berumur produktif antara 15 – 44 tahun atau antara 15 – 49 tahun.
Rumus:GFR = B/FmK

B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu

Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun

K = Konstanta = 1000.

c. Age Spesific Fertility Rate (ASFR) / Tingkat Kelahiran Khusus

ASFR menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15 – 49 tahun.

ASFRi = Bi/Fmi K

Bi = Jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur 1 tahun.

Fmi = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.

K = Konstanta = 1000.

Masyarakat

a. Pengertian

· Dalam arti luas :

Keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak di batasi oleh lingkungan, bangsa dan lembaga kebudayaan dari semua perhubungan hidup masyarakat

· Dalam arti sempit

Sekelompok manusia yang di batasi oleh aspek-aspek tertentu (territorial, bangsa, golongan DLL)

Contoh; masyarakat jawa, masyarakat pelajar.

b. Syarat-syarat

· Kumpulan manusia

· Bertempat tinggal cukup lama di daerah tertentu

· Ada aturan-aturan untuk kepentingan dan tujuan bersama.

c. Perbedaan dari cara tertentunya

· Masyarakat paksaan

· Masyarakat merdeka

a. Masyarakat natur

b. Masyarakat suku

Masyarakat pedesaan (Ruval Comonity)

A. Ciri-ciri

1. Hubungan primer; antar warga ada hubungan yang erat dan mendalam.

2. Contoh sosial yang ketat; sistem kehidupan berkelompok atas kekeluargaan sehingga anggota masyarakat berkewajiban menegur anggota masyarakat lain yang menyimpan dari ketentuan

3. Homogenitas sosial; homogeny dalam hal pola pandang, cara fikir, mata pencaran agama, adat istiadat dan hal-halnya.


B. Gejala-gejala sosial yang sering terjadi pada masyarakat pedesaan.

· Konflik (pertengkaran)

· Kontrafeksi(pertentangan)

· Kompetensi (persaingan)

· Penilai tinggi terhadap pekerja keras

Kecenderungan masyarakat :


· Menjadi satu dengan suasana sekelilingnya.

Faktor-faktor yang menyebabkarn manusia hidup bersama :

1. Mencari makan

2. Mempertahankan diri

3. Melangsungkan jenis

Kebudayaan

· Menurut EB Tylor :

Mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang di dapat adalah manusia sebagai anggota masyarakat.

· Menurut Selo Soerdjan dan Soeleman Soemardi :

Semua hasil karya, dan cipta masyarakat.

· Segi material manusia mengandung karya dan kemampuan menghasilkan benda-benda.

· Segi spiritual :

a. Mengandung cipta : Menghasilkan ilmu pengetahuan melalui logika.

b. Karsa : Menghasilkan kaidah kepercayaan.

c. Rasa : Menghasilkan keindahsn.

Unsur- unsure pokok (Cultural Universal) :

1. Perlengkapan dan peralatan hidup manusia

2. Mata pencarian hidup

3. Sistem kemasyarakatan

4. Bahasa

5. Kesenian

6. Sistem pengetahuan

7. Religi (Sistem Kepercayaan)

Fungsi Kebudayaan :

Ø Hasil karya Masyarakat : Melindungi diri terhadap lingkungan alam.

Ø Hasil karsa masyarakat : Norma dan nilai sosial untuk mengatur hubungan antar manusia.

Ø Hasil rasa : Keindahan adalah wadah segenap perasaan manusia.

III. Kebudayaan dan Kepribadian

1. Pertumbuhan dan Perkembangan KebudayaanZaman batu sampai zaman logam:

  1. Zaman batu tua(paleolitikum) Alat yg digunakan msh kasar.
  2. Zaman batu muda(neolitikum) telah memiliki kepandaian mengolah logam dari besi.

2. Kebudayaan Hindu, Budha dan Islama. Kebudayaan Hindu dan Budha:

  1. Berasal dari india sekitar abad 3 sampai 4 di pulau jawa.
  2. Budha masuk sekitar abad ke-5.
  3. Ajaran budha lbh maju krn tdk menghendaki adanya kasta.

3. Kebudayaan Islam:

  1. Pd abad ke 15-16 agama islam dikembangkan di Indonesia oleh wali songo.
  2. Dlm prosesnya dikembangkan juga oleh para Gujarat, arab dan pakistan.

4. Kebudaaan Barat:

  1. Unsur kebudayaan barat diawali dengan kedatangan VOC yg membagi menjadi 2 lapisan social yaitu kaum buruh dan pegawai.
  2. Dalam lapisan social kemampuan bahasa belanda menjadi syarat utama utk mencapai kenaikan kelas social.



0 komentar:

Posting Komentar