FAJRI TABARIS ANHAR
NPM: 52410582
KELAS 1IA19
Penduduk Masyarakat Dan Kebudayaan
A. Pertumbuhan penduduk
` Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah sosial ekonomi.
· Misal; dengan bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya.
· Waktu pengadaan penduduk dunia selanjutnya di perkirakan 35 tahun penambahan penduduk di suatu daerah atau Negara pada dasarnya di pengaruhi oleh factor-faktor demografi
Sebagai berikut:
1. Kematian (mortalitas)
2. Kelahiran (fertilitas)
3. Migrasi
Didalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut di ukur dengan tingkat atau rate.
· Tingkat atau rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan.
Masyarakat
1. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate / CDR) : banyaknya orang yg meninggl dalam satu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
CDR = D/Pm K
D = Jumlah kematian
Pm = Jumlah penduduk pertengahan tahun
K = Konstanta = 1000
Pm = 1⁄2 (P1 + P2)
Pm = P1 + ((P2-P1))/2
Pm = P2 - ((P2-P1))/2
Pm = Jumlah penduduk pertengahan tahun
P1 = Jumlah penduduk pada awal tahun
P2 = Jumlah penduduk pada akhir tahun
2.Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Tingkat kematian dipengaruhi bebrapa faktor, antara lain: umur, jenis kelamin, dan pekerjaan.
ASDR = D/Pm K
Di = Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K = Konstanta = 1000
itas (Kelahiran Hidup)Alasan pengukuran fertilitas tidak sederhana dalam pengukuran mortalitas:
- Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup.
- Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali ) .
- Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja.
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan:
- Facundity (Kesuburan) : kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
- Fertility (Fertilitas) : Jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau kelompok wanita.
a. Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate / CBR)
Adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
CBR = (Jumlah lahir hidup)/(Jumlah penduduk pada pertengahan tahun) X 1000Atau
BCDR = B/Pm K
B = Jumlah Kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu.
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahunK = Konstanta = 1000
b. General Fertility Rate (GFR) / Angka Kelahiran Umum
adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif. Wanita yang berumur produktif antara 15 – 44 tahun atau antara 15 – 49 tahun.
Rumus:GFR = B/FmK
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun
K = Konstanta = 1000.
c. Age Spesific Fertility Rate (ASFR) / Tingkat Kelahiran Khusus
ASFR menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15 – 49 tahun.
ASFRi = Bi/Fmi K
Bi = Jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur 1 tahun.
Fmi = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K = Konstanta = 1000.
Masyarakata. Pengertian
· Dalam arti luas :
Keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak di batasi oleh lingkungan, bangsa dan lembaga kebudayaan dari semua perhubungan hidup masyarakat
· Dalam arti sempit
Sekelompok manusia yang di batasi oleh aspek-aspek tertentu (territorial, bangsa, golongan DLL)
Contoh; masyarakat jawa, masyarakat pelajar.
b. Syarat-syarat
· Kumpulan manusia
· Bertempat tinggal cukup lama di daerah tertentu
· Ada aturan-aturan untuk kepentingan dan tujuan bersama.
c. Perbedaan dari cara tertentunya
· Masyarakat paksaan
· Masyarakat merdeka
a. Masyarakat natur
b. Masyarakat suku
Masyarakat pedesaan (Ruval Comonity)
A. Ciri-ciri
1. Hubungan primer; antar warga ada hubungan yang erat dan mendalam.
2. Contoh sosial yang ketat; sistem kehidupan berkelompok atas kekeluargaan sehingga anggota masyarakat berkewajiban menegur anggota masyarakat lain yang menyimpan dari ketentuan
3. Homogenitas sosial; homogeny dalam hal pola pandang, cara fikir, mata pencaran agama, adat istiadat dan hal-halnya.
B. Gejala-gejala sosial yang sering terjadi pada masyarakat pedesaan.
· Konflik (pertengkaran)
· Kontrafeksi(pertentangan)
· Kompetensi (persaingan)
· Penilai tinggi terhadap pekerja keras
Kecenderungan masyarakat :
· Menjadi satu dengan suasana sekelilingnya.
Faktor-faktor yang menyebabkarn manusia hidup bersama :
1. Mencari makan
2. Mempertahankan diri
3. Melangsungkan jenis
Kebudayaan
· Menurut EB Tylor :
Mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang di dapat adalah manusia sebagai anggota masyarakat.
· Menurut Selo Soerdjan dan Soeleman Soemardi :
Semua hasil karya, dan cipta masyarakat.
· Segi material manusia mengandung karya dan kemampuan menghasilkan benda-benda.
· Segi spiritual :
a. Mengandung cipta : Menghasilkan ilmu pengetahuan melalui logika.
b. Karsa : Menghasilkan kaidah kepercayaan.
c. Rasa : Menghasilkan keindahsn.
Unsur- unsure pokok (Cultural Universal) :
1. Perlengkapan dan peralatan hidup manusia
2. Mata pencarian hidup
3. Sistem kemasyarakatan
4. Bahasa
5. Kesenian
6. Sistem pengetahuan
7. Religi (Sistem Kepercayaan)
Fungsi Kebudayaan :
Ø Hasil karya Masyarakat : Melindungi diri terhadap lingkungan alam.
Ø Hasil karsa masyarakat : Norma dan nilai sosial untuk mengatur hubungan antar manusia.
Ø Hasil rasa : Keindahan adalah wadah segenap perasaan manusia.
III. Kebudayaan dan Kepribadian
1. Pertumbuhan dan Perkembangan KebudayaanZaman batu sampai zaman logam:
- Zaman batu tua(paleolitikum) Alat yg digunakan msh kasar.
- Zaman batu muda(neolitikum) telah memiliki kepandaian mengolah logam dari besi.
2. Kebudayaan Hindu, Budha dan Islama. Kebudayaan Hindu dan Budha:
- Berasal dari india sekitar abad 3 sampai 4 di pulau jawa.
- Budha masuk sekitar abad ke-5.
- Ajaran budha lbh maju krn tdk menghendaki adanya kasta.
3. Kebudayaan Islam:
- Pd abad ke 15-16 agama islam dikembangkan di Indonesia oleh wali songo.
- Dlm prosesnya dikembangkan juga oleh para Gujarat, arab dan pakistan.
4. Kebudaaan Barat:
- Unsur kebudayaan barat diawali dengan kedatangan VOC yg membagi menjadi 2 lapisan social yaitu kaum buruh dan pegawai.
- Dalam lapisan social kemampuan bahasa belanda menjadi syarat utama utk mencapai kenaikan kelas social.

0 komentar:
Posting Komentar